Labels

Wisata Pulau Air Bangis

Tujuan wisata beberapa pulau yang ada di kenagarian air bangis ada 9 Pulau yang mempunyai Potensi sebagai Daerah/Pulau , seperti dibawah ini:

Pulau Panjang :

Pulau Panjang memiliki luas sekitar 220 Ha, merupakan satu-satunya pulau yang dihuni oleh penduduk. Lahan daratan di pulau ini selain dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat tinggal juga dimanfaatkan untuk usaha perkebunan. Seperti kebun kelapa, cengkeh dan lainnya.
Sementara didekat pantai dimanfaatkan untuk usaha perbaikan kapal penangkap ikan. Di pulau itu dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan memancing, penangkapan udang lobster dan juga kegiatan budi   daya ikan  kerapu  dan rumput laut.
Pemkab Pasbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengalokasikan dana yang bersumber dari APBN dan APBD tahun2007untuk membangun sarana dan prasarana pulau pulau kecil. Seperti pos jaga, energi alternatife  dan fasilitas jalan  kampong.
Disamping itu untuk menjaga dan mengawasi aktivitas pemanfaatan potensi laut, pesisir dan perikanan tahun lalu juga dianggarkan pengadaan speed boat pengawasan.Untuk tahun anggaran 2008 direncanakan pembangunan lanjutan sarana PPK berupa dermaga tempat penambahan daya energi alternatife sebanyak 3 KWh serta penambahan jalan kampong. Kedepan selain sebagai sentra kelautan, pesisir dan Pulau Pulau kecil Pulau Panjang juga direncanakan sebagai sentra pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan, sentra produksi

Hasil gambar untuk pulau di air bangis


Pulau Harimau :

Pulau ini lusanya sekitar 105 Ha berdekatan dengan Pulau unggas merupakan Pulau yang tidak berpenghuni dan kurang dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan.Sekalipun ada, itu hanya pemanfaatan terbatas(kawasan penangkapan  kepiting-red).
Pulau ini memiliki banyak perberbukitan, masyarakat sekitar Air Bangis mempercaya pulau harimau mempunyai cerita mesterius dan angker.
Sehingga masyarakat enggan untuk memanfaatkan lahan di pulau tersebut untuk menjadi lahan produktif. Dengan kondisi tersebut kawasan ini cocok dijadikan kawasan lindung local yang berfungsi sebagai   wilayah pemijahan ikan-ikan karang dan untuk  Kapal Boat merupakan alat transportasi utama Masyarakat Pulau Panjang mempertahankan habitat mangrove. Berhadapan dengan pulau harimau dan pulau unggas kearah daratan pulau Sumatra terdapat hamparan hutan mangrove dengan luas sekitar 3.500 Ha.


Pulau Unggas :

Pulau unggas mempunyai luas sekitar 5 Ha, pulau ini hanya ditumbuhi oleh mangrove dan merupakan kawasan bermain bagi berbagai jenis burung. Latar belakang ini yang menyebabkan oleh masyarakat setempat dinamakan pulau unggas.
Laut sekitar pulau unggas sangat tenang dasarnya merupakan habitat padang lamun dan juga terumbu karang sehingga sangat cocok untuk pengembangan keramba jarring apung (KJA) untuk jenis ikan kerambu. Disamping pengembangan perikanan
 
budidaya daerah sepadan pulau unggas ini juga direncanakan menjadi kawasan lindung local dengan pola pemanfaatan terbatas, sehingga kelestarian ekosistim dapat terus terpelihara.

Hasil gambar untuk pulau di air bangis



Pulau Pigago dan Pulau Telor :

Pulau pigago mempunyai luas sekitar 40 Ha, sama dengan pulau telur, pulau ini hanya ditumbuhi oleh mangrove dan pohon kelapa. Kawasan laut sekitar pulau pigoga pada bagian yang terlindung sangat cocok untuk mengembangkan budidaya rumput lautmaupun budidaya ikan kerapu. Disamping pantainya yang landai perairannya juga jernih dengan substrat dasar pasir. Ekosistim terumbu karang juga dijumpai dikawasan ini dan merupakan ekosistim terumbu yang terbaik di kawasan pulau-pulau tersebut. 
Sedangkan pulau telur memiliki laus sekitar 45 Ha, pulau ini hanya ditumbuhui oleh mangrove dan pohon  Kelapa, merupakan kawasan bertelur bagi penyu belimbing.
 
Sekeliling pulau telur adalah ekosistim terumbu karang yang sebagian besar masih cukup baik. Satuan Ekosistim pulau telur sudah seharusnya dilindungi bukan hanya sebagai habitat penyu belimbing tetapi juga sebagai penyangga keberadaan spesies lainnya seperti ikan, kepiting dan udang.
 



Pulau Tamiyang dan Pulau Pangkal :

Luas Pulau Tamiang hanya sekitar 15 Ha dan berdekatan dengan pulau panjang.Disamping dimanfaatkan sebagai lahan untuk berkebun kelapa, pulau ini juga dimanfaatkan nelayan untuk beristirahat.Hamparan terumbu karang diselat pulau tamian dengan pulau panjang merupakan asset penting bagi keutuhan ekosistim perairan pulau-pulau kecil di Pasbar disamping bisa dimanfaatkan untuk wisata bawah air. Kawasan ini nantinya direncanakan pengembangan dengan pola pemanfaatan terbatas yakni pembatasan alat tangkap dan pengembangan budidaya rumput laut.
Sedangkan pulau pangka memiliki luas 40 Ha, pulau ini ditumbuhi oleh mangrove dan juga kelapa. Di pulau tersebut terdapat
 mercu suar dan kawasan laut sekitar pulau tamiang sering dimanfaatkan nelayan untuk melaksanakan aktivitas penangkapan ikan.



Pulau Terbakar dan Pulau Nibung :

Pulau terbakar memiliki luas sekitar 10 Ha, dimana pulau terbakar dikarenakan pulau ini hanya ditumbuhi oleh semak belukar dan itupun hanya dalam jumlah yang sedikit. Menurut cerita masyarakat setempat pulau ini dulunya pernah kebakaran hinggadinamakan pulau terbakar. Disekitar pulau ini juga ditemukan terumbu karang dan hamparan gosong juga ada di sekitar pulau terbakar tersebut.Sedangkan Pulau Nibung tidak jauh berbada dengan pulau terbakar, pulau ini juga memiliki luas sekitar 10 ha. Hanya saja pulau ini penuh ditumbuhi oleh tanaman nibung (sejenis nipah-red) dan berada persis di mulut muara sungai Tomak. Pulau ini sering dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat dikala mencari ikan. 



Itu lah sembilan pulau yang ada di air bangis. 




No comments:

Post a Comment

MarketGlory

MarketGlory
Mainkan dan dapatkan keuntungannya